Rabu, 27 Juni 2012

contoh proposal penelitian pengaruh pelatihan BHD terhadap tingkat pengetahuan perawat di IRD (BAB I)


BAB I
P E N D A H U L U A N
A.    Latar belakang
Kejadian gawat darurat biasanya berlangsung cepat dan tiba-tiba sehingga sulit memprediksi kapan terjadinya. Langkah terbaik untuk situasi ini adalah waspada dan melakukan upaya kongkrit untuk mengantisipasinya. Harus dipikirkan satu bentuk mekanisme bantuan kepada korban dari awal tempat kejadian, selama perjalanan menuju sarana kesehatan, bantuan difasilitas kesehatan sampai pasca kejadian cedera (Rahmanta, 2007).
Sistem penanggulangan gawat darurat dilandasi dengan pengolahan waktu (time management) yang merupakan implementasi dari “ time saving is a life and limb saving” , mengandung unsur kecepatan atau “ quick response” dan ketepatan berupa pertolongan pertama ditempat kejadian oleh awam dan awam khusus yang terlatih (dr. Nuralim dkk, 2008)
Penelitian secara klinis dan epidemiologis membuktikan bahwa keberhasilan pertolongan sangat tergantung pada proses pelayanan gawat darurat/bantuan hidup dasar pada fase pra rumah sakit (sebelum rumah sakit) dan fase rumah sakit. Rantai tersebut merupakan kesatuan yang erat dan utuh, jika salah satu mata rantai hilang atau lemah maka kemungkinan keberhasilan pertolongan menjadi berkurang. Jadi semua mata rantai harus kuat dan saling terkait erat satu sama lain.
Nurhayati, dkk (2006) pernah meneliti tentang “Upaya peningkatan pengetahuan keterampilan  masyarakat dalam memberikan bantuan hidup dasar pada kejadian gawat darurat kelautan di Kelurahan Cilacap Kecamatan Cilacap Selatan Kabupaten Cilacap”, dari hasil penelitian tersebut dapat diidentifikasi bahwa bencana alam di laut banyak terjadi dan juga banyak memakan korban oleh karena ketidaktahuan dan tidak terampilnya masyarakat khususnya nelayan dalam memberikan pertolongan kegawatdaruratan dengan memberikan bantuan hidup dasar. Rahman (2008) juga pernah meneliti Pengetahuan perawat tentang kegawatan nafas dan tindakan resusitasi pada neonatus yang mengalami kegawatan pernafasan di ruang NICU, ruang perinatologi dan ruang anak RSUD Gunung Jati Cirebon di dapatkan bahwa pengetahuan perawat yang dikategorikan baik masih sangat kurang. Berdasarkan penelitian tersebut disarankan bahwa pengetahuan perawat dan keterampilan tindakan resusitasi untuk selalu ditingkatkan baik formal maupun nonformal sehingga dalam pemberian asuhan keperawatan pada situasi kritis dapat dilakukan dengan lebih efektif.
Data yang di peroleh dari bagian medical record RSUD Kabupaten Majene dalam sembilan bulan terakhir terhitung sejak April 2011 sampai Desember 2012 jumlah pasien mencapai 2156 orang dan yang meninggal dunia sebanyak     36 orang sementara pasien dengan indikasi bantuan hidup dasar diperkirakan sekitar 26 orang, ini membuktikan masih tingginya angka kematian dan begitu pentingnya tindakan bantuan hidup dasar harus di miliki oleh semua perawat.
Dari hasil pengamatan penulis yang telah bekerja selama sembilan bulan di ruang IRD tersebut dapat di simpulkan bahwa pengetahuan perawat tentang tindakan BHD masih sangat minim dan pihak Rumah Sakit pun kurang memperhatikan, hal itu di buktikan pada tiga tahun terakhir tidak ada perawat yang di ikutsertakan pada pelatihan gawat darurat sehingga ilmu yang di peroleh tidak terupdate. Sehubungan dengan fenomena itu membuat penulis merasa terpanggil untuk melakukan suatu perubahan sehingga pada tahap awal ini untuk mendapatkan data yang akurat serta pertimbangan waktu yang singkat maka penulis akan mengadakan suatu penelitian dengan judul “Pengaruh pendidikan nonformal Bantuan Hidup Dasar pada pasien dalam meningkatkan pengetahuan perawat di ruang IRD RSUD Kabupaten Majene”.

B.     Rumusan masalah
Berdasarkan latar belakang di atas, maka penulis membuat rumusan masalah sebagai berikut: bagaimana pengaruh Pendidikan Nonformal BHD pada pasien dalam meningkatkan pengetahuan perawat di ruang IRD RSUD Majene.

C.    Tujuan Penelitian
1.      Tujuan Umum :
Untuk mengetahui pengaruh Pendidikan Nonformal BHD pada pasien dalam meningkatkan pengetahuan  perawat di ruang IRD RSUD Majene.
2.      Tujuan Khusus :
a.       Memperoleh informasi tentang pengetahuan perawat sebelum diberikan Pendidikan Nonformal BHD  (pre test)
b.      Mengetahui pengetahuan perawat setelah diberikan Pendidikan Nonformal BHD (post test).
c.       Mengetahui pengaruh Pendidikan Nonformal BHD terhadap pengetahuan perawat di ruang IRD.
D.    MANFAAT PENELITIAN
1.      Bagi Peneliti
a.       Merupakan pengalaman yang sangat berharga dalam mengaplikasikan  seluruh ilmu yang telah di peroleh  diperguruan tinggi guna untuk kepentingan dan peningkatan derajat kesehatan masyarakat.
b.      Sebagai dasar untuk melakukan penelitian selanjutnya.
2.      Terhadap Ilmu Pengetahuan
Sebagai sumber khasanah ilmu pengetahuan peneliti lainnya dan bahan acuan bagi yang berminat.
3.      Terhadap Program Studi
Sebagai salah satu bahan kajian untuk pengembangan mata kuliah gawat darurat.
4.      Terhadap Rumah Sakit
Sebagai bahan kajian dan masukan untuk rumah sakit terhadap upaya peningkatan mutu pelayanan keperawatan dan pengembangan keterampilan penatalaksanaan pasien gawat darurat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar